Aku bukan penyair cinta, malah bukan penggubah bicara,
walau tidak seindah bahasa, namun inilah kata-kata yang lahir dari jiwa...
hanyalah buatmu...
wahai cinta...terlebih dahulu, ku pohon sejuta kemaafan seandainya bingkisan luka
yang aku layarkan mengganggu ketenangan danau hatimu.....
Bukan niatku, malah bukan mahuku mengganggumu setelah sekian lama aku
menganyam sengketa yang aku sendiri tidak tahu puncanya.
Bukan Mahuku...bukan Juga Niatku.
Cinta...
Pahit, perit dan pedih seluruh jiwa dan perasaanku. dirimu tahu kenapa?
Aku tidak menyangka, begini akhirnya penghujung hubungan cinta kita..
Sengketa yang telah menyakiti hati kita. aku tahu,
aku punca segalanya yang berlaku....aku menyakitimu,
merobohkan kepercayaanmu malah menyeksakan jiwamu.
namun harga yang harus aku bayar kini,
tidak mampu untukku tanggung kerana sesungguhnya,
jiwa yang menjerit menyebabkan seluruh hati ini sakit.
Kasih...
Walau hanya dalam mimpi, dirimu tidak pernah lekang dari sanubari.
setiap kata yang terlukis, hanya berbicara tentang dirimu...
engkau tahu mengapa? kerana cintaku tiada duanya...
Mungkin sikap tidak ambil endah aku selama ini yang memakan diri.
Sehinggakan engkau bertekad untuk tidak menyelesaikan keadaan yang semakin kusut ini.
Tahukah engkau wahai kasih...betapa rapuhnya jiwa aku saat aku sedar yang kita semakin jauh dan semakin jauh.
Bintang Hati...
Mungkin ada rahmat yang tersembunyi.
Mungkin juga bukan jodoh kita untuk bersama.
Aku tahu engkau sudah menelan banyak kesabaran selama engkau menjadi bintang hatiku.
Engkau layan segala kerenah manja yang terkadang
aku rasa engkau turut bengang dan sengal untuk melayannya.
Tapi apa dayaku. aku hanya insan biasa yang tidak lepas dari melakukan kesilapan.
kebanyakkan manusia yang tidak suka akan kebahagiaan kita agaknya.
Sedih? memang aku sedih... terlalu sedih.
Andai bulan bicara....
Aku sudah cuba untuk memperbaiki keadaan agar kita sama-sama membina
semula ikatan cinta yang hampir terlerai. tetapi aku tahu hatimu.
Engkau terluka dan dan kecewa dengan tindakan aku yang telah mengabaikan perasaanmu.
Maafkan aku sayang...Tidak dapat aku ungkapkan dengan kata-kata betapa aku terlalu mencintaimu..
Andai bulan bisa bicara,
pasti akan aku minta pertolongannya untuk mengkhabarkan
rasa jiwa yang penuh dengan gelodak cinta ini....
Senyumlah Hati...
Kita semakin jauh..pergi dan tanpa berpaling lagi. Siapa yang harus dipersalahkan
seandainya keadaan tidak memihak kepada kita. Cuma apa yang aku rasa kini,
rasa takut kehilangan yang aku rasa semakin dekat di hati.
Aku Takut kehilangan sesuatu yang tidak pernah aku terfikir untuk hadapinya...
Senyumlah hati, jangan biarkan dukaku ini menghapus sinar kegembiraan di wajahku..
Jangan biarkan aku terus hanyut melayan rasa duka yang tidak bersempadan.
Pintaku Yang terakhir
"Inginku pandang wajahmu, di setiap ketika, tiada jemu biarpun terluka.
Ingin dibelai selalu, bagaikan waktu dulu...rasa bahagia dalam dakapanmu....
Ku rindu wajah dan senyumanmu... memberiku cahaya di dalam setiap mimpi-mimpiku...
kau pergi, membawa hati ini.... tinggalkan ku sendiri, dalam sepi.................."
Aduh... sedih aaaaa.... Semuanya berpunca dari sikap aku yang tidak
menghargai malah mengenepikan insan yang banyak membakar semangatku selama ini..
Maafkan Aku...
Aku pasti akan baiki segalanya jika diberi peluang untuk memperbetulkan kesilapan...
Maafkan aku....Tapi.. andai ditakdirkan bukan jodoh kita..
Izinkan selamanya namamu dihati...